Satu,
Dua, Tiga
|
M
|
atahari
mulai menyembunyikan warnanya, goresan keemasan yang menghiasi awan-awan itupun
mulai menghilang.Tinggal debu-debu berkerlip yang menggantikannya dilangit yang
hitam.Terlelap didalam mimpi, tertidur seorang gadis cantik yang sedang
merasakan manisnya mencintai seseorang. Cinta terkadang membuat seseorang
menjadi kehilangan akal sehatnya ,hanya perasaan tegar dan sabar yang akan
menghilangkan rasa sakit itu.
Pagi hari dirumah kecil dan cukup
sempit itu, Regina memulai harinya dengan langkah kecil menuju ke sekolahnya.Ya,
memang jarak antara rumah dan sekolahnya cukup jauh ia harus berjalan kaki sampai
ke halte setelah itu meneruskan perjalanannya sekitar 5 km lagi.Siswi kelas
satu SMA ini masih belum bisa mengungkapkan rasa yang ada dihati kecilnya yang
masih tergores luka. Sesampainya dikelas seperti anak-anak yang lain Regina
bergurau dengan temannya di depan kelas.”Regina ,nanthy pelajaran ulangan
Fisika kamu maukan kasih tau aku jawabannya..?”kata seorang teman yang berada disebelahnya.”Eh..ya
apa..”,”Sedang ngelamunin apa..?” pertanyaan temannya tersebut membuat hatinya
semakin teraduk-aduk apakah ia harus menceritakan semuanya tentang apa yang dia
rasakan atau tidak sama sekali. Memang baru pertama kalinya dia jatuh dalam pandangan
pertama yang membuatnya luka sampai membiru.Bel tanda masuk berdering
membuyarkan lamunannya.
“Regina
“seorang cowok yang duduk didekatnya memanggil namanya “Kamu memanggilku.?”
jawabnya dengan nada minor.”Iya.. cuman pengen nyapa aja” sambil menarik pensil
yang sedang dipegang Regina dan membuangnya ke depan “Achh.. kamu apa apaan sih
,ambil sekarang” “Sorry” tentu itu membuatnya marah sekaligus membuatnya
semakin mencintai cowok itu ,entah apa yang membuatnya terluka sehingga harus
melupakan cowok itu.
Sepulangnya
hujan deras mengguyur tempatnya menunggu bis ,ia memang tak terbiasa oleh udara
dingin apa lagi air hujan yang menetesi kepalanya membuatnya harus cepat-cepat
mengeluarkan tissue yang ada didalam tasnya.Tak disangkanya berdiri seorang cowok
yang setengah dari badannya telah basah kuyub sedang tersenyum kepadanya.”Ada
apa..?” Tanya Regina dengan nada tinggi bukan karena dia marah tetapi agar
didengar oleh cowok itu karena suara hujan yang semakin deras.”Emang gag boleh
ya” “Terserahlah”.Tiba-tiba perasaan itu muncul ketika si cowok itu memegang
tangannya “Tanganmu dingin ,kamu pake jaket ku ya..” tentu ia tidak bisa
menghindar selain karena tempat menunggu bisnya sempit ia masih ingin merasakan
kepingan cinta yang dulu telah hancur karena adanya orang ketiga.Tapi baginya
itu sudah termasuk kenangan yang telah tertutup rapat dan telah menjadi debu
diantara kenangan-kenanga cinta yang manis.
“Percayalah
Regina aku masih mencintaimu” betapa tak terbendung air yang ada dimatanya menetes
dan mengalir dipipinya “Sudahlah jangan menangis “ sambil mengusap air mata
yang menandakan kepedihan yang teramat dalam.”Kamu sudah aku anggap kakak ku
sekarang ,aku bisa mencintai dengan cara ku ,tidak semua orang harus mencintai
seseorang dengan jalan menjadi kekasihnya sungguh ini lebih berarti ,takkan ada
kata pisah dan jauh diantara kita”, “Baiklah “ satu, dua ,tiga perlahan gadis
itupun menyusuri jalan pulang dan segera meninggalkannya dengan perasaan
tertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar