Selasa, 22 Januari 2013

cerita-cerita ku


Satu, Dua, Tiga
M
atahari mulai menyembunyikan warnanya, goresan keemasan yang menghiasi awan-awan itupun mulai menghilang.Tinggal debu-debu berkerlip yang menggantikannya dilangit yang hitam.Terlelap didalam mimpi, tertidur seorang gadis cantik yang sedang merasakan manisnya mencintai seseorang. Cinta terkadang membuat seseorang menjadi kehilangan akal sehatnya ,hanya perasaan tegar dan sabar yang akan menghilangkan rasa sakit itu.

          Pagi hari dirumah kecil dan cukup sempit itu, Regina memulai harinya dengan langkah kecil menuju ke sekolahnya.Ya, memang jarak antara rumah dan sekolahnya cukup jauh ia harus berjalan kaki sampai ke halte setelah itu meneruskan perjalanannya sekitar 5 km lagi.Siswi kelas satu SMA ini masih belum bisa mengungkapkan rasa yang ada dihati kecilnya yang masih tergores luka. Sesampainya dikelas seperti anak-anak yang lain Regina bergurau dengan temannya di depan kelas.”Regina ,nanthy pelajaran ulangan Fisika kamu maukan kasih tau aku jawabannya..?”kata seorang teman yang berada disebelahnya.”Eh..ya apa..”,”Sedang ngelamunin apa..?” pertanyaan temannya tersebut membuat hatinya semakin teraduk-aduk apakah ia harus menceritakan semuanya tentang apa yang dia rasakan atau tidak sama sekali. Memang baru pertama kalinya dia jatuh dalam pandangan pertama yang membuatnya luka sampai membiru.Bel tanda masuk berdering membuyarkan lamunannya.
“Regina “seorang cowok yang duduk didekatnya memanggil namanya “Kamu memanggilku.?” jawabnya dengan nada minor.”Iya.. cuman pengen nyapa aja” sambil menarik pensil yang sedang dipegang Regina dan membuangnya ke depan “Achh.. kamu apa apaan sih ,ambil sekarang” “Sorry” tentu itu membuatnya marah sekaligus membuatnya semakin mencintai cowok itu ,entah apa yang membuatnya terluka sehingga harus melupakan cowok itu.
Sepulangnya hujan deras mengguyur tempatnya menunggu bis ,ia memang tak terbiasa oleh udara dingin apa lagi air hujan yang menetesi kepalanya membuatnya harus cepat-cepat mengeluarkan tissue yang ada didalam tasnya.Tak disangkanya berdiri seorang cowok yang setengah dari badannya telah basah kuyub sedang tersenyum kepadanya.”Ada apa..?” Tanya Regina dengan nada tinggi bukan karena dia marah tetapi agar didengar oleh cowok itu karena suara hujan yang semakin deras.”Emang gag boleh ya” “Terserahlah”.Tiba-tiba perasaan itu muncul ketika si cowok itu memegang tangannya “Tanganmu dingin ,kamu pake jaket ku ya..” tentu ia tidak bisa menghindar selain karena tempat menunggu bisnya sempit ia masih ingin merasakan kepingan cinta yang dulu telah hancur karena adanya orang ketiga.Tapi baginya itu sudah termasuk kenangan yang telah tertutup rapat dan telah menjadi debu diantara kenangan-kenanga cinta yang manis.
“Percayalah Regina aku masih mencintaimu” betapa tak terbendung air yang ada dimatanya menetes dan mengalir dipipinya “Sudahlah jangan menangis “ sambil mengusap air mata yang menandakan kepedihan yang teramat dalam.”Kamu sudah aku anggap kakak ku sekarang ,aku bisa mencintai dengan cara ku ,tidak semua orang harus mencintai seseorang dengan jalan menjadi kekasihnya sungguh ini lebih berarti ,takkan ada kata pisah dan jauh diantara kita”, “Baiklah “ satu, dua ,tiga perlahan gadis itupun menyusuri jalan pulang dan segera meninggalkannya dengan perasaan tertahan.